Di usia enam bulan, bayi mulai mengonsumsi makanan lain selain ASI.
Makanan pendamping ASI (MPASI) harus diberikan untuk membantu menyiapkan
saluran cerna bayi, untuk kesiapan oromotorik
(alat gerak mulut) bayi, serta untuk kebutuhan gizi yang akan membuatnya sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.
Bayi usia enam bulan ke atas, membutuhkan makanan yang mengandung
sumber karbohidrat (beras, jagung, ubi, atau pasta),
protein dari lemak
dan hewan (ikan, unggas, telur), protein dan lemak dari tumbuhan
(kacang-kacangan, tahu, tempe), serta serat dan vitamin mineral yang
bisa ditemukan pada sayur dan buah.
Setelah lewat satu tahun, anak bisa mengonsumsi makanan keluarga.
Artinya, apa yang terhidang di meja makan juga bisa disantapnya. Apa
saja yang dibutuhkan supaya tubuhnya sehat? “Semakin meningkat usia,
kebutuhan pun makin banyak,” jelas Dr. Pauline Endang Praptini, MS,
SpGK, dokter spesialis gizi klinis dari RS Fatmawati, saat menyampaikanworkshop
Pangan Jajan Anak Sekolah (PJAS).
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dalam jumlah cukup, diharapkan
bisa menjadi tameng dari dalam tubuh untuk menangkal berbagai penyakit
langganan anak.
Berikut cara makanan bergizi mencegah penyakit langganan anak:
1. Energi, tenaga yang berasal dari makanan yang dikonsumsi seperti
karbohidrat, protein, lemak. Kebutuhan tersebut berbeda-beda dipengaruhi
berat badan, tinggi badan, usia, dan aktivitas.
2. Protein, sebagai zat pembangun pembentukan sel darah, perbaikan
kerusakan sel, membentuk imunitas tubuh, pembentuk hormon dan enzim.
Diperoleh dari protein hewani (ikan, ayam, daging sapi, susu, telur).
Dan protein nabati dari kacang-kacangan, tempe, dan tahu.
3. Lemak, penghasil energi terbesar. Sebagai bahan pembentukan sel
baru dan kolesterol. Seperti minyak kelapa sawit, susu (jenuh), mentega
(lemak trans), dan tak jenuh misalnya alpukat, minyak jagung, ikan
salmon, gindara, kakap.
4. Karbohidrat sederhana dianjurkan hanya 5 persen dari energi total
seperti gula pasir, gula batu, gula jawa, dan madu. Sementara
karbohidrat kompleks mengandung serat seperti beras, sereal,
umbi-umbian, sayur dan buah.
5. Serat yang larut dalam air dan bersifat sebagai prebiotik.
Fungsinya, memberi nutrisi sel usus untuk mencegah diare atau sembelit.
Sedangkan serat tak larut adalah serat yang tidak larut dalam air,
memperbesar volume feses, mempermudah proses pembuangan, dan mencegah
munculnya wasir.
6. Air tergantung usianya. Usia 4-6 tahun dibutuhkan sekitar 1.500
ml/hari, usia 13-15 tahun 2.000 ml/hari. Semakin tinggi usianya makin
banyak air yang dikonsumsi.







0 komentar:
Post a Comment